Posted by : adiartanti setyono putri Senin, 16 Desember 2013

     Umurku sekarang 22 tahun, aku tak ingat kapan terakhir kali aku menulis diary,. Hari-hari yang aku rasakan, baik sedih, senang, susah dan gembira, selalu berujung pada kelegaan hati dimalam yang tenang, tatkala ku torehkan semuanya dalam lembaran kertas itu, diary
     Tampilannya mungkin tidak menarik, hanya buku tulis biasa yang tak lagi kugunakan untuk mencatat pelajaran sekolah, kugunting, ku sampul ku hias dengan spidol warna-warni, sehingga tak bosan ku torehkan segala peluh setiap harinya.
     Tujuh tahun lamanya aku tak pernah melewatkan menulis diary.
     Beruntungnya aku bertemu dengan pelajaran Bahasa Indonesia, yang telah mengenalkanku pada tugas mengarang, baca puisi, filateli, menulis diary dan menulis jadwal kegiatan. Yang paling berkesan tentu saja menulis diary. Semua bisa aku ungkapkan tanpa diketahui oleh orang lain, semua bisa aku ceritakan tanpa harus ada kata yang terucap.
     Beruntung pernah mempunyai buku diary, dia tak akan marah ketika aku melakukan salah, dia tak akan menertawakan kejadian bodohku, tapi dia telah melegakan hatiku ketika aku butuh bercerita namun tak dapat ku ungkapkan pada siapapun.
   

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © write papper - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -