Posted by : adiartanti setyono putri Rabu, 01 Januari 2014

  Sifat alamiah manusia jika mempunyai rasa sirik, iri hati, sombong dan sifat jelek lainnya. Tapi semasa kecil, aku tak pernah iri melihat temanku mempunyai suatu barang sedangkan aku tidak memilikinya.

  Saat dibangku Sekolah Dasar, aku berteman dengan murid baru, ia orang berada, ketika pelajaran olahraga, aku melihat dia memakai sepatu sneakers dengan alas tinggi, warnanya hitam berpolet silver, aku tau harganya pasti mahal,semua temanku membangga-banggakan sepatunya, tapi aku tidak demikian, aku biasa saja menanggapinya. Dilain waktu, aku bermain kerumahnya, aku melihat temanku itu memakai celana jeans jenis skinny, waktu itu masih jarang yang memakai skinny jeans, ia terlihat pamer, ia terlihat sengaja memakai itu, padahal kami yang mengajaknya bermain hanya memakai celana pendek dan kaos oblong saja.
  Pernah suatu hari sepatu warriorku sudah rusak, dan terasa sempit, jari-jari kaki terassa sakit ketika memakainya, aku minta kepada Ibu untuk membelikanku sepatu baru, bukan karena melihat sepatu baru teman-temanku, tapi karena aku sangat membutuhkannya. Saat itu aku mempunyai uang tabungan yang cukup, aku tak mengerti kenapa ibu tak membantuku membelikan sepatu baru, apa Ibu menyangka aku meminta dibelikan sepatu baru dengan uangnya?Aku kesal dalam hati karena setelah beberapa hari Ibu tak juga mengajakku membeli sepatu baru, hingga pada hari minggu aku mengajak sepupuku yang berumur 8 tahun dan keponakanku yang masih TK untuk mengantar ke toko sepatu, kami bertiga berjalan kaki melewati 3 sampai 4 kampung, perjalanan yang jauh, hingga akhirnya kami sampai ditempat tujuan dan berhasil membeli sepatu, waktu itu harganya 21ribu, dalam perjalanan pulang adik-adiku terlihat kelelahan, aku tak tega melihatnya, aku hanya menyemangati mereka kalau sebentar lagi sampai rumah. Keponakanku yang masih TK sudah tak kuat lagi berjalan, dia meringis kecapean, akupun menggendongnya sampai rumah.
  Sampai dirumah kami sangat kelelahan, kami tidur di lantai yang beralaskan kasur lipat teletubbies diiringi dengan hujan deras, mungkin aku benar tidak memaksakan kehendak pada orang tua karena pada akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan sendiri, namun aku salah melibatkan orang yang tidak tepat (adik-adikku) untuk ikut menemani. Aku menyadarai, apa yang kita minta tak selalu bisa dipaksakan, tapi akan kita dapatkan bila diperjuangkan, walau harus lelah dan sakit.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © write papper - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -