Archive for Februari 2014

save our earth!!! stop global warming!! pernah denger kan istilah itu? yupppzz... kalimat tersebut merupakan salah satu jargon untuk melindungi bumi ini (yakali kamen rider :V ).. yang jelas semakin tua umur bumi kita ini, semakin kita harus menjaganya, salah satunya dengan tidak memperparah pemanasan global dengan peralatan modern yang dapat merusak bumi. Nah, buat pembaca yang masih mencintai bumi ini yukk kreasikan imajinasi kamu untuk membuat barang recycle atau daur ulang. Barang bekas ternyata masih bisa kita manfaatkan lohh.. contohnya dengan membuat vas bunga dari botol bekas, caranya sebagai berikut:

Alat dan Bahan:
1. Gunting
2. Botol Bekas (penulis pake botol bekas saus tomat)
3. Kertas Lipat / Kertas Warna
4. Paku Besar
5. Lem "Aibon"


Cara Membuat ( I ) :
1. Gunting kertas warna (satu warna terlebih dahulu) 
2. Bentuk sesuai ukuran dan pola yang diinginkan
3. Lem permukaan botol sedikit demi sedikit dengan menggunakan ujung pake agar rapi
4. Tempelkan potongan kertas yang telah dipola pada dasar atau bawah botol


Cara Membuat ( II) :
1. Gunting sesuai pola yang diinginkan pada kertas warna yang lainnya
2. Tempelkan pada badan botol 
3. Tambahkan pola dan bentuk lain sebagai hiasan
4. Hasil akhir dapat disesuaikan dengan keinginan


Setelah selesai vas bunga dari botol bekas bisa langsung diisi air dan ditaruh bunga untuk hiasan rumah ^^ isi airnya jangan terlalu penuh ya, biar garis airnya keliatan, jadi nampak sueger hehehe... isi airnya hati-hati karena tempelan berasal dari bahan kertas, jika mau tahan air kertas warna bisa diganti dengan bahan lain seperti plastik ya...


Save Our Earth!!! Stop Global Warming!!! Selamat mencoba dan berkreasi guys ^^


Membuat Vas Bunga Dari Botol Bekas

Posted by : adiartanti setyono putri 0 Comments
Tag : ,
Tau Sushi kan? tau donk ^^ makanan khas Jepang atau di Korea terkenal dengan nama Kimbap, bahan utama untuk membuat makanan ini nasi dan rumput laut kering, awalnya saya tidak menyukai sushi karena isiannya mentah dan rumput laut yang digunakan tanpa rasa (original) sehingga bau khas rumput lautnya sangat terasa (maklum, lidah orang Sunda heheh...). 

Nah bagi pembaca yang memiliki masalah serupa dengan saya, ada tips untuk membuat sushi agar lebih dapat diterima dengan selera Indonesia :D isian bisa diganti dengan yang matang dan rumput laut yang digunakan, rumput laut dengan berbagai pilihan rasa. Berikut cara membuatnya: 

Bahan yang digunakan:
1. Seaweed Crispy Flavour Tao Kae Noi (disini saya menggunakan rasa Tom Yam)
2. Nasi Putih.

Isian :
1. Nugget
2. Sosis
3. Timun dan
4. Selada Bokor

Karena ukuran rumput lautnya kecil, maka hanya bisa digunakan untuk satu buah sushi tanpa harus dipotong-potong, isian dapat disesuaikan dengan ukuran rumput laut.

Cara membuat :

 1. Taruh nasi diatas rumput laut secara merata (jangan terlalu banyak agar saat digulung rumput laut tidak    sobek, tekan-tekan nasi agar menempel kuat pada rumput laut dan volume nasi menipis

 2. Masukan isian, sesuaikan posisi (jangan terlalu tengah dan jangan terlalu pinggir)

 3. Roll atau gulung sushi secara perlahan,

 4. Rapikan pinggirannya

 5. Lakukan langkan tersebut sampai bahan habis, atau sesuai dengan kebutuhan

Hasil akhir,tambahkan mayonaise diatasnya dan taburkan bubuk cabe kering diatasnya, (bisa juga disajikan dengan saus tiram atau teriyaki)


Sushi Seaweed Flavour siap dihidangkan, dimakan dengan yoghurt enak juga :9 tapi bunga mawarnya cuma hiasan aja ya, heheh... butuh kesabaran dalam membuat sushi, selamat mencoba ^^..

Cara Membuat Sushi Dengan Seaweed Flavour

Posted by : adiartanti setyono putri 0 Comments
Tag : ,
Ya Rabb, aku sanggup..
Aku mampu menerima cobaan-Mu
Semua karena kuasa-Mu
Engkau yang kuatkan aku

Namun, satu pintaku
Beri aku sandaran
Beri aku rasa nyaman

Ketika aku merasa lelah

Ya Rabb, 
Beri aku sadar
Beri aku sabar

Sadar Sabar

Posted by : adiartanti setyono putri 0 Comments
Tag : ,
Handphone merah berbunyi, mama menelepon pagi ini.. otomatis ku jawab teleponnya,

Mama : “lagi apa?”

Aku : “abis bikin sarapan ma”

Mama memulai ceritanya, memulai keluh kesahnya yang tertahan tak sempat tersampaikan kepadaku kemarin. Setelah menjengukku kemarin, ketika berpamitan aku melihat airmata dari sudut matanya, namun mama hanya bilang “nanti mama cerita lewat telepon” dan baru pagi ini ia sempat  meneleponku.
Dalam ceritanya terdengar suara lelah, lelah karena menangis malam kemarin, aku hanya bilang “sabar ma”, “iya, gak apa-apa ma” “gausah difikirin ma”. 


Diantara anak-anak mama dan bapak, mungkin terlihat aku yang selalu terlihat tegar dan menguatkan. Tapi mama tak pernah tau ada air mata yang mengalir ketika terdengar ucapan “sabar ma”, dan terlihat cuek dan tenang, namun dalam setiap sujud dan doa pasti akan ada air mata yang mengalir, tanpa mama tau, dan tanpa tau kapan air mata berhenti mengalir walau masalah telah usai.

"sabar, ma"

Posted by : adiartanti setyono putri 0 Comments
Kelas sebelas merupakan masa-masa sulit bagi Rani, tak nampak lagi wajah lugu ketika pertama masuk SMA, ataupun belum nampak wajah-wajah penuh teori dan hafalan menjelang ujian nasional, bisa dibilang kelas sebelas adalah jaman keemasannya masa SMA, tapi tetap saja bagi Rani selama masih ada kelas duabelas penjajahan di masa SMA kelas duabelas belum terhapuskan.

Bel tanda masuk jam pelajaran terakhir berbunyi, setelah shalat dzuhur Rani dan Dewi menuju kelas, 15 menit berlalu guru jam pelajaran terakhirpun tak kunjung datang.

Rani : “Wi, tumben ya Bu Yety lama, biasanya on time

Dewi : “aku denger katanya guru-guru mendadak nengok siapa gitu ya yang sakit”

Rani : “oh begitu, tapi sepertinya kelas lain ada tugas dari guru piket, kok kita enggak ya?” Rani melihat keluar jendela melihat kelas lain

Dewi: “ ya gak apa-apalah Ran, yang penting kita ngga ribut dikelas”

Rani : “wi kita beli cemilan yuk e kantin, bete juga lama-lama dikelas ga belajar”

Dewi : “iya ayoo” Dewi beranjak dari bangkunya.

Dikantin sudah pasti Rendi Cs ada disana, terlihat mereka sedang menggoda anak baru kelas sembilan. Terdengar Robi, Rendi dan Ahdi menanyakan nomor handphone anak-anak itu, kecuali Adam, dia memang agak pilih-pilih dalam merayu cewek, ia tidak suka dengan cewek-cewek angkatan bawah yang ia sebut anak ingusan.

Rani : “wi kamu udah selesai? ayo pergi”

Dewi : “ayo..” Dewi faham maksud Rani yang tak ingin berlama-lama melihat kelakuan Rendi dan teman-temannya itu.

Sudah tradisi disekolah Rani, jika guru-guru tidak ada, maka siswa akan meminta pulang lebih awal ke guru piket, jika guru piketnya baik hati, maka gerbang akan segera dibuka, tapi jika guru piket jual mahal, maka ia akan membiarkan hamparan siswa dibalik pagar besi menunggu sampai pagar dibuka tepat pada jam pulang sekolah.

Dewi: “yaahh sepertinya guru piket hari ini menyebalkan, anak-anak mandet depan pintu gerbang”

Rani : “iya gak apa-apalah wi, kita diam dikelas saja, lagian jarak kelas kita ke pintu gerbang kan ngga jauh, 
begitu gerbang pemisah antara surga dan neraka dibuka kita langsung cap cus” Rani berbicara tanpa jeda.

Dewi: “hahahaha surga dan neraka segala kamu bawa-bawa, Rani dasar ya pintar sekali kamu membuat aku tertawa”

Rani hanya tersipu malu, ia hanya asal bicara tapi nampaknya terasa lucu bagi Dewi. Tak lama ada sekelompok pria yang mencuri perhatian Rani dan Dewi bergerombol di sebrang kelas mereka.

Rani : “yaelah geng Rendi, kayaknya sekolah ini udah jadi taman bermain bagi mereka ya? dimana-mana ada” Rani terlihat malas membahas mereka, ia mengalihkan pembicaraan dengan Dewi

Rani: “Wi, hari ini anter aku beli pulpen ya di toko yang di pasar”

Dewi tak menjawab, rupanya ia tidak mendengar perkataan Rani. Dewi hanya melihat keaarah sekelompok laki-laki tadi.

Rani: “ Wi…Wi!! kenapa kamu ngeliatin terus geng rendi? jangan-jangan kamu menyimpan dendam ya sama mereka? diapain wi? sama Rendi? Ihsan? Robi? siapa wi? katakan….” Rani berkata sambil menggoyang-goyangkan badan Dewi, matanya melotot marah tidak jelas”

Dewi : “haduuuh apasih Ran, aku belum pernah diapa-apain kok ama mereka” Dewi terlihat lemas

Rani semakin tidak mengerti apa yang sedang dialami oleh sahabatnya itu, Rani kembali menatap keluar jendela kearah geng Rendi, ia bergumam dalam hati (“apakah Dewi menyukai salah satu dari mereka? rasanya tidak mungkin, dia yang meyakinkan aku bahwa mereka itu kelompok laki-laki yang tidak baik. tapi tunggu… “) Rani melihat dengan serius satu persatu dari geng Rendi.

Rani: “Wi, laki-laki yang memakai sweater biru itu siapa? saat geg Rendi latihan basket sepertinya dia ada, tetapi ketika di kantin aku jarang melihat”

Dewi nampak gugup ketika mendengar Rani langsung menanyakan laki-laki yang ia pandangi dari tadi, namun ia sigap menjawab pertanyaan Rani.

Dewi : “emmhh itu Kak Bagus Ran, teman Rendi Cs juga, mungkin dia jarang ngumpul dikantin” dewi berkata seolah ada yang ia tahu namun ditutupinya

Rani : “oh begitu tapi Wi, keliatannya ia bukan anak yang usil seperti teman-temannya yang lain”

Dewi : “……. ah sudahlah untuk apa mengurusi mereka, sepertinya gerbang sudah dibuka, ayo lekas pulang” Dewi sengaja mengalihkan pembicaraan

Rani : “oh iya ayo, tunggu aku bereskan buku-buku dulu” jawab Rani dengan polos

Kelas semakin sepi namun Rani masih sibuk membolak balikan tasnya.

Dewi : “kenapa Ran?”

Rani : “Buku Paket Sejarahku kok ga ada ya Wi?” Rani tampak panic

Dewi : “Sini coba tasnya aku lihat, kamu periksa di bawah meja” Dewi yang telah selesai merapikan semua peralatan belajarnya dengan tenang membantu Rani, sudah jadi kebiasaan kalau Rani teledor kehilangan barang.

Melihat Dewi dan Rani mencari sesuatu Irma yang berjalan menuju pintu kelas menghampiri mereka.

Irma: “nyari apa kalian?”

Dewi dan Rani : “buku sejarah” mereka kompak menjawab tanpa melihat kearah Irma karena sibuk mencari

Irma tersenyum-senyum melihat tingkah laku temannya itu

Irma : “ini Ran, aku kembalikan buku sejarahmu, tadi kan aku minjem ke kamu” Irma menyodorkan buku sejarah kepada Rani

Rani hanya memandang kosong Irma yang menyodorkan buku sejarah, ada perasaan lega dan malu bercampur aduk dalam benaknya

Dewi: “ya ampuunn Rani…. pikun banget kamu” Dewi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya

Rani : “eehhh makasih Irma, aku lupa heheh”

Irma: “yasudah aku pulang duluan ya teman-teman” Irma berlalu menuju pagar sekolah

Dewi: “sudah ayo cepat masukan bukunya”

Dewi dan Rani bergegas keluar kelas, sekolah telah sepi, namun baru beberapa langkah keluar dari kelas. tiba-tiba terdengar sekelompok laki-laki tertawa. Suara tertawa jahat yang pernah Rani dengar. dan benar saja ketika mendekat keluar gerbang sekolah geng Rendi ada disana dengan personil lengkap, Ahdi, Adam, Ihsan, Ajeng dan kali ini ada Bagus, disana ada Tika dan Yanti. Rani dan Dewi berjalan melewati mereka dengan sesekali mencuru pandangan kearah Tika dan Yanti, mereka penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Yanti dan Tika. Namun tiba-tiba Rani dan Dewi dihadang oleh Ahdi dan Robi.

Robi: “Tunggu kalian berdua”

Rani: “i…iya kak ada apa?” jawab Rani gugup

Ahdi: “Tika, Yanti bilang!” Ahdi member isyarat pada Yanti dan Tika

Tika : “Rani, Dewi, aku pantes ga jadi pacar kak Robi yang sempurna?”

Rani bergumam dalam hati (kak Robi yang sempurna? SEMPURNA?!! SAMPOERNA kaliii, pernyataan macam apa ini mendengarnya aja udah bikin puyeng)

Dewi: “ka…kamu pantas kok” dewi menjawab setelah melihat wajah Tika dan mulutnya yang komat kamit terlihat memohn kepada Dewi dan Rani

Serentak  Rendi CS tertawa mendengar jawaban Dewi

Robi: “yang begini mana pantes jadi pacar gue woooyy…. kamu jawab!” Robi menunjuk kearah Rani

Rani : “gak pantes kak” rani cepat menjawab

Mendengar jawaban itu Tika dan Dewi terkejut mereka berfikiran sama, Rani tak mau bekerjasama dengan Tika yang sedang menyatakan cintanya pada Robi

Robi : “nah bener nih kata anak ini, kamu tuh ga ada pantes-pantesnya am ague.. sana kalian pulang, lanjut orang berikutnya”

Rani dan Dewi berjalan menjauhi mereka, tak ada sepatah katapun mereka keluarkan. Namun tiba-tiba Rani berbalik arah dan menghampiri orang-orang tadi. Rendi dan teman-temannya tampak kaget dan heran melihat Rani berani menghampiri mereka.

Robi : “apa? kamu mau bilang kamu yang pantes jadi pacar gue ya?”
semua tertawa dan mengiyakan pertanyaan Robi.

Rani : “Bukan, saya hanya mau bilang kelanjutan pernyataan saya tadi. Tika ga pantes jadi pacar kamu, Tika lebih pantes dapetin cowo yang lebih baik dari kamu”

Semua terdiam mendengar pernyataan Rani, mata Robi terlihat memerah seakan ingin marah dan malu. 

Namun Tika terlihat kesal kepada Rani, ia merasa Rani membuat Robi sang pria incarannya kesal.

Tika : “Ran, maksud kamu apa? Kak Robi udah jadi yang terbaik kok buat aku” Tika terlihat nyolot kepada Rani

Yanti yang melihat kelakuan Tika tampak bingung, disatu sisi ia tau bahwa Tika sangat menyukai Robi, di sisi lain ia mengerti kalo Rani hanya kasian melihat kelakuan Robi terhadap Tika.

Rani : “kamu boleh mencintai seseorang jika dirasa tepat dan sudah waktunya, tapi sangat disayangkan jika harus mencintai orang yang salah”

Semua diam sesaat dan Rani bergegas pergi meninggalkan mereka kemudian menarik tangan Dewi yang tadi terpana melihat Rani yang tampak begitu dewasa.

_________________________________________________________________________________

Cerpen Belum Ada Judul (eps.5)

Posted by : adiartanti setyono putri 0 Comments
Tag : ,

- Copyright © write papper - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -