Get me outta here!

Jumat, 20 Juli 2018

Lahirnya "si cantik" Dikehidupan Kami

Teruntuk dia yang sedang dalam pelukan ILLAH, Asyria Siti Zanubiya 28 April 2018 – 30 Mei 2018.
Teruntuk semua orang tua dimuka bumi, teruntuk wanita – wanita yang terlahir istimewa.

Bismillahirrohmanirrohim, semoga tulisan ini bukanlah bentuk ketidak iklhasan kami melepas Syra, setiap apa yang terjadi di dunia adalah kefanaan, banyak hikmah dan kebaikan yang tersirat dibalik semua apa yang manusia suudzonkan pada Tuhan.

28 April 2018, hari terbahagia dalam hidup kami,

Awal pagi itu saya merasakan mulas. Ini adalah pengalaman pertama saya mengandung, saya pikir mungkin mulas-mulas biasa karena ingin bab, namun setelah bab mulas masih terasa, akhirnya saya ceritakan kepada mamah, mamah minta saya pergi ke bidan, tapi sedikit pengetahuan saya dari saudara jika terjadi konstraksi yang belum terlalu sering lebih baik menunggu saja dirumah daripada lama menunggu pembukaan di bidan. Akhirnya saya memutuskan jalan-jalan kecil saja di depan rumah, tapi karena mamah saya khawatir akhirnya menyuruh bidan mampir kerumah ketika akan dinas ke kantor desa.

Bu bidan datang, saya disuruh berbaring dan relax, tapi wait… kenapa saya disuruh buka celana dalam???? *jujur saya tidak tau. Saya piker cek kandungan seperti biasa didengarkan denyut jantung dan diraba-raba oleh bidan, tapi ternyata tangannya dimasukan ke alat kemaluan asli ganyaman sama sekali *untung hanya sebentar saja, tidak sakit selebihnya kaget aja sih T,T  dibilang saya udah pembukaan dua dan kalau konstraksi sudah 5 menit sekali baru disuruh berangkat ke bidan. Wah hari ini ya pikir saya, jauh dari perkiraan HPL dokter di Bandung, Perkiraan Lahirnya sekitar tgl 14 mei, manusia berencana, Alloh SWT yang menentukan.

Bidan pergi dan tak lama paraji / mak beurang (ibu2 yang membantu persalinan secara tradisional) datang dan saya harus mengulangi proses pemeriksaan lagi dengan beliau.. waitttttt lagi???? Saya hanya bisa pasrah walau ga nyaman, setelah diperiksa lagi dibilang saya sudah pembukaan lima, dan terus ditanya2 oleh orang sekitar sudah kerasa sering ga kontraksinya? Entah saya yang ga peka atau karena sering menahan sakit, jadi mulas-mulasnya menurut saya masih biasa saja, kata saudara saya biasanya terasa pinggang panas, tapi saya sama sekali tidak merasakannya.

Saat dzuhur tiba, kami memutuskan ke bidan, disana diperiksa pembukaan baru empat, jadi ada perbedaan antara pemerikaan bidan dan paraji. Walau kadang mules tapi saya berusaha tenang, saya pipis, dan sempat makan bakso depan rumah bidan :D, lama-lama memang frekuensi mulesnya agak sakit, tiba-tiba ibu paraji ini inisiatif memeriksa dan memencet sesuatu di dalam dan ternyata ketuban dipecahkan, disana saya galau *kok gitu sih? Apa memang caranya seperti itu? Apa gak apa-apa? Fyi jadi di bidan itu saya didampingi dengan paraji juga, setelah ketuban dipecahkan saya mersakan mules yang luar biasa, dan yang saya bisa lakukan adalah ingin memeluk, saya terus memanggil-manggil mamah saya, dan kami menangis, suami saya mungkin tegang luar biasa dia terus-terusan ngebanyol yang membuat semua orang tertawa tapi saya yang strong women dan pelawak standar sule  ini malah sebal dengan lawakan recehnya. Makanya saya hanya memanggil mamah saya bukan suami saya.

Saya bilang pengen bab, bidan mempersilahkan bab saja di kasur neng kata beliau, saya tau itu adalah “kode” alam bahwa si bayi ingin segera bertemu,saudara saya bilang kalau mau keluar bayinya seperti mau bab. Pertama ngeden, dede bayi belum keluar saya rebahan ke kanan, kedua kalinya masih belum berhasil ada jeda sebentar.. tak lama saya bulatkan tekad dan ngeden kembali dan byarr suara air dan tangisan bayi kecil terdengar keras bersamaan dengan adzan maghrib. Semua menghampiri dengan suka cita dan berurai air mata, di tempelkan bayi mungil itu di dada, terlihat mata indahnya menatap, subhanalloh..alhamdulillah.. putri kecilku lahir sempurna.

Tiba saatnya saya dijahit, bissmillah.. teringat lagi kata-kata saudara saya dijahitnya itu perihhh banget tapi liatin aja dede bayinya pasti sakitnya jaitan ga akan kerasa. Itu adalah obat bius yang paling mujarab yang telah saya rasakan sendiri, jahitan satu persatu saya tahan sambil melihat sang bayi yang sedang dibersihkan, semua tidak terasa bahkan tanpa sadar telah habis tiga gulungan benang jahit karena kata bidan anaknya besar sekitar 3.5, ngedennya ga sekaligus, pantat ngangkat, dan otot vagina engga lentur (faktor ga pernah HB sama suami di 2 bulan terakhir karena takut ganggu kehamilan, padahal HB di bulan2 HPL itu perlu ya)  kesalahan pertama saya adalah terlalu focus belajar tentang kehamilan, dan minim belajar tentang persalinan.

Setelah semua selesai kami pulang kerumah pukul tujuh malam, saya coba beri asi walaupun asi masih sedikit, bayi kecil semangat sekali nete-nya, anak sholeh, anteng banget, nangis kalo celana basah aja. Tiap ga lagi tidur satu-satu orang yang nengok ditatapnya, pinter banget kamu nak…

Untuk memperbanyak asi saya disuruh makan daun waluh muda yang direbus, well saya tidak suka terlalu suka dengan sayur, dan ini harus makan daunnya?? Bismillah.. demi anak cantik dan sholeh ini harus dimakan. Namun dihari ketiga dirumah si bayi bab terus dan ada darahnya sedikit..(segaris gitu) saya dan mamah yang membersihkan dan mengganti popoknya kaget, tapi saya berusaha tenang, saya cari info di mbah google  ada beberapa faktor mengapa bayi baru lahir bias bab berdarah, diantaranya adalah : ……… (bersambung…)

1 komentar: