Get me outta here!

Minggu, 30 September 2018

For Your Information

1.       Yakinlah semua adalah ketetapan Alloh SWT.yang terbaik, jangan menyalahkan siapa-siapa, jangan berburuk sangka pada Alloh SWT, dan jangan sekali-kali menyalahkan diri sendiri, kadang saya juga heran kenapa anak saya bisa sakit, saya rutin memeriksakan kehamilan ke RS Hermina Bandung dokternya cocok, abik, ramah dan enakeun hehehe kondisinya baik, tetangga kami yang (maaf) jorok, botol asinya hanya dicuci seadanya, anaknya tidak pernah sakit, kalo kata pak Een, ibarat lagi nyabutin rumput kalo anaknya nangis minta asi, kadang ada yang ga cuci tangan dulu, tapi anaknya sehat-sehat aja.

2.  Semua cobaan akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik, rugi kalau kita tidak meningkatkan keimanan, apalah arti tangisan saya selama menemani si Bayi kalau iman saya tidak bertambah. Jangan merasa cobaan kita paling berat, lihatlah sekeliling banyak orang yang cobaannya lebih dan lebih susah dari kita. Cobaa google tentang perjuangan adamfabumi dan si cantik aurora

3. Jangan merasa orang lain harus tahu tentang kesedihan kita, dan mengumbarnya kemana-mana, itu akan membuat kita tersiksa, dan jangan berprasngka buruk kaya “loh kok dy ga ada empatinya ya, kok dia cuek aja pas saya kaya gini?” sempet saya berfikiran seperti itu, tapi buat apa kita minta dikasihani? Bukankah cobaan itu menguatkan? Saya yang sedang bernegosiasi pahala dengan Tuhan.

4. Jangan terlampau panik jika anak kita sakit, coba cari referensi yang baik, tidak ada salahnya membawa anak kita pada pengobatan yang terbaik walaupun dirasa tidak parah

5. Saking saya parnonya terhadap RSUD Ciamis dikala saya terserang virus Suudzon, saya sempat goggling dr Nesya (maaf ya dok), dr anak kedua yang menangani bayi kami, ternyata beliau S1 Umum, dan S2 baru spesialis anak, bukan meremehkan kemampuan dokter, tapi mengingat tidak ada dokter anak lain selain beliau saya merasa tidak punya referensi lain. Dan ternyata dr anak yang pertama yaitu dr Ati, sedang menjalani pengobatan diluar negeri karena kanker CMIIW (dapat info dari temen kakak ipar yang perawat di tasik) tapi dokter nesya ini cukup sigap ketika di NICU jika anak saya kenapa2 selama beliau masih bisa datang ke RS, malam-malampun dia akan datang

6. Untuk para perawat maupun semua tenaga medis, walaupun pasien RSUD Ciamis yang rata-rata (maaf) menengah kebawah, berikanlah pelayanan dan ketenangan yang terbaik, berikan info yang lengkap, itu berguna sekali untuk kami, terutama saya, jangan adalagi keluhan kel. pasien yang mengatakan perawat A baik perawat B judes, kami tahu anda semua lelah, tapi bukankah kalau LILLAH tidak akan pernah ada LELAH? Saya tahu tidak semua perawat atau dokter berkarakter yang tidak menyenangkan, terimakasih kepada Bu linda di peritologi dan bu linda di ruang NICU yang udah baik nganter2 suami urusin BPJS (namanya sama, cantik dan baiknya juga sama, hehe)

7. Untuk melepas penat, saya iseng jalan-jalan sama suami ke pasar, dan memang bukan jam besuk, aturannya boleh masuk apabila memiliki kartu pengunjung (satu ktp untuk satu kartu) atau nanti menunggu jam besuk (sekitar 4 jam lagi), saat itu saya tidak diperbolehkan masuk, karena suami yang mengalungkan kartu itu (seperti id card) sudah dijelaskan bahwa saya ibu bayi, tetap saja hanya satu orang yang boleh masuk, suami saya memberikan kartu itu kepada saya, tapi saya tidak mau kalu harus menunggu sendiri, saya kesal berbalik badan sambil ngomel “yaudah, gak apa-apa ya anak saya kelaparan diatas!!!” kalo inget itu saya malu sendiri anak saya emang mau makan apa?makan nasi? hehehe, tapi ya namanya juga kesal. Tapi akhirnya ketemu perawat baik, yang kebetulan mengenali suami saya dan memberitahu “jalan rahasia” untuk masuk heheh

8. Setelah saya memutuskan masuk kerja kembali, sebelumnya saya check up ke dokter obgyn, dokter klinik Al-Faiha, dokternya muda, baik banget, empatinya tinggi pas saya ceritakan pengalaman saya, dan sempet komplain kenapa dikasih susu formula

9. Saat hamil saya sering mengajarkan anak saya dzikir pagi sore, dan sebelum tidur mendengarkan lantunan juz amma dari Mauhammad Al-Ausy, imam besar di masjid nabawi, sambil mengusap, setelah shlat wajib saya sering berbicara pada anak saya “de, maintain sama Alloh ya biar papa punya rumah, mama gamau ade tidurnya sempit-sempitan (kami ngontrak, dengan 2 ruangan, ada dapur dan kamar mandi, dan sampai saat ini masih ngontrak) saya tahu betapa solehahnya anak kami, mungkin saja dia beneran minta ke Alloh untuk dibuatkan rumah, tapi bukan rumah biasa, bukan rumah yang seberapa megahnyapun tidak aka nada apa-apanya jika dibangun di dunia. Saya menemukan hadist sbg berikut :

Dalam hadis dari Abu Musa al-Asyari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apa yang diucapkan hamba-Ku? Malaikat menjawab, Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Kemudian Allah berfirman, Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian). (HR. Tirmidzi 1037, Ibu Hibban 2948 dihasankan al-Albani)
Masyaalloh, semoga kelak mama papa dan semua keluarga dede bisa menempati rumah yang sudah ade Syira siapkan untuk kami ya de.. dari sana saya tahu bahwa nabi Muhammad SAW.juga pernah berduka ditinggal anak dan cucunya, seorang Nabi saja yang udah soleh, yang ga perlu minta juga Alloh SWT bakal ngabulin, harus menerima cobaan ditinggal anak, sementara saya, soleh juga engga tapi Alloh SWT mau memebenahi kami, Alloh SWT sayang pada kami, dia ingin menguji kesabaran kami, agar lebih taat, lebih beriman, lebih saling menyayangi. Alhamdulillah banyak hikmah yang diambil dari semua yang telah saya lalui,

10.   Untuk para orangtua diluar sana, untuk para ibu, calon ibu,apalagi yang sedang menghadapi cobaan tentang anak, anak adalah titipan, kalo dititipi harus dijaga dengan baik, kalo mau diambil sama yang punya, kita ga berhak menolak kan? Semangat ya buibu dan pakbapak!!!! Heheh Bagaimana dengan yang belum dikaruniai anak? Bersabarlah dalam ketaatan, coba baca lagi kisah nabi Jakaria. Kalo sampai meninggal tidak dikaruniai anak bagaimana? Bukankah mudah bagi Alloh SWT. Semua perempuan bisa jadi ibu, kalau tidak di dunia, Alloh SWT.siapkan di surga

11.   Saya pernah mendengar ceramah ust.Basalamah, tidak perlulah kita mengumbar foto anak di social media, khawatir timbul penyakit ‘ain (hati) ini seperti cambuk buat saya, saya pernah memajang foto anak saya termasuk suami saya juga, padahal saya tidak bermaksud apa-apa,, astaghfirullah.. memang Alloh SWT.maha baik, menegur dengan caraNya yang tak terduga

12.   Kini, kami tidak melulu harus sedih, kita bahagia, harus bahagia agar Syra di Surga melihat kami mendapat adik untuk Syra, Xoxo

13.   Untuk yang mau tau referensi dokter kandungan versi saya, kapan-kapan dibahas di tulisan selanjutnya ya.. (saya sempet gonta ganti dokter obgyn saat hamil)


Ambil yang baik, hempas yang buruk ya dear pembaca…hehe

0 komentar:

Posting Komentar