Get me outta here!

Kamis, 07 Mei 2020

Jatuh Cinta

Bismillahirohmannirohim….

Setaun lebih kaku dengan tulisan, banyak kata yg ingin diungkapkan tanpa suara sebetulnya, namun ku enggan mencari – cari ingatan yang dibuang, enggan menulis dengan emosi yang tertahan, pasti, rasanya seolah ada udara yg tercekik dileher… ah lama – lama tetap saja aku perlu begini.
Usia 28 tahun, merasakan betul yang namanya hidup di dunia tak ada apa – apanya, yang sedari kecil punya mimpi dunia, ingin ini itu, begini begitu… Alloh Maha Baik. Sedikit sedikit, bertahap Dia bimbing, Dia arahkan, jadikan aku seperti yang Dia minta, bukan yang aku inginkan.

Setaun lebih berlalu sejak kehilangan suami, hampir dua tahun kehilanagn anak. Ya.. ga akan terbayang di sebelum menginjak usia usia ini, seolah… bad dream come true,
Tapi…. Alloh Maha Baik, setelah sebelumnya aku dibiasakan dengan hari-hari yang mencekam menemani anak kecil kami di RS selama sebulan, sampai akhirnya saya siap melepaskan, hingga saat dia dikebumikan…. tak ada lagi air mata, cukup bagi Alloh menilai aku sudah kuat, bersiap menghadapi suami yang juga harus diambil Nya, dengan mendadak, dengan intuisi santai, yang tak mungkin aku berpikir ditinggal secepat itu…

Aku tak khawatir dengan anak kami, dia pasti dijamin masuk surga, seperti doa yang selalu kupanjatkan, ku titipkan dia pada Nabi Ibrahim alaihisalam.. Bapak para nabi-nabi, bapak terbaik, sampai dia kan menjemput kami di pintu surga, namun kini aku harus lebih keras lagi berdoa, aku khawatir amalan ku selama ibadah dengan suami belum cukup, belum cukup baik bagiku atau bagi dia untuk pantas di surga Nya kelak. Khawatir kelak kami akan berdebat di hadapan Nya siapa yg membawa dan menyeret satu sama lain karena timbangan amalan kami kurang??

Ahhhh lagi-lagi Alloh Maha Baik, sebelumnya aku dan suami memiliki visi misi rumah tangga yang berorientasi dengan dunia, sekarang Alloh seakan mengajariku cara pandang lain, bertemu di dunia, bisakah kami bersama-sama di surga kelak, dunia tak ada apa-apanya, apa yang kau ingin di dunia? sementara akhirat lebih baik, ya… Alloh Maha Baik, belum pernah aku merasa sejatuh cinta ini dengan Nya.

Kemana saja aku tahun – tahun sebelumnya, Alloh Maha Baik, rezeki hidayah dari Nya sangat sangat melimpah, walau kadang aku masih saja futur, sekali asyik dengan dunia ,terbawa arus sana sini hingga lemah iman, malas dan lalai,tapi Alloh masih saja baik, Dia mudahkan menenangkan hati ini.

Seorang teman bertanya mengapa aku tampak baik-baik saja? aku pun bingung menjawab kala itu, karena aku manusia biasa, ya sedih..ya galau, tapi kini aku faham, aku tak mudah berkeluh kesah dengan manusia. Karena Alloh tidak menginginkan itu. Alloh mau aku hanya mengiba di hadapanNya. Tapi tetap saja, jangan puji aku seolah wanita kuat, wanita hebat dll… (mudah-mudahan Alloh subhahuwata’ala tidak menjadikanku berdosa dengan pujian itu), teringat…aku tetap menangis kala itu, ketika mengingat kami sering mendengar ceramah ust.Evi Effendi di hadapannya aku bercerita, aku pernah melarang suami datang ke kajian beliau karena saat itu hujan, namun suamiku merajuk…akhirnya ku ijinkan, kata demi kata…. aku bercerita kepada beliau dengan payah… entah seperti apa wajahku kala itu, ya…. aku ini manusia biasa, hanya saja Alloh Yang Maha Baik.


0 komentar:

Posting Komentar