Get me outta here!

Senin, 18 Mei 2020

Resensi Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad ﷺ


Penulis Buku : Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri

Sirah nabawiyah yang saya baca merupakan terbitan yang sudah diterjemahkan dari judul aslinya Ar-Rahiq al- Makhtum, walaupun diterjemahkan oleh penerbit (Darul Haq) ada keterangan bahwa diterjemahkan dari naskah asli yang sudah direvisi langsung oleh penulis. Nah, karena basic dari penulisan merupakan terjemahan, saya pribadi merasa banyak susunan kalimat yang agak sulit difahami dan harus membacanya berulang terlebih kalimat tersebut tentu saja merupakan kalimat yang dirasa paling pas yang dipilihkan oleh si penerjemah. Well, sederhananya bahasa kita dengan bahasa asing tentu saja akan ada hal berbeda walaupun sudah diterjemahkan ke dalam bahasa kita.

Ditulis dengan 732 halaman, menurut saya komposisinya sudah sangat pas, porsi tidak berlebihan namun pembaca yang baru mulai ingin mengenal sosok Nabi kita yang mulia akan merasa puas dengan apa yang disajikan penulis, dan dapat menambah rasa penasaran agar lebih mengenal lebih dalam sosok Nabi Muhammad ﷺ butuh waktu berbulan-bulan memang bagi saya untuk merampungkan membaca sirah nabawiyah ini, selain karena saya punya aktivitas lain, saya akui saya harus mengulang ulang perhalaman dan membolak balikan ke halaman awal karena banyak tokoh sahabat, maupun kaum musyrikin yang dikisahkan memiliki nama yang sama yang membedakan hanya bin saja atau bin sama namun nama yang hampir sama (di zaman tersebut penyebutan nama memang disertakan dengan bin atau binti nama Ayah atau Ibu, dan biasanya mempunyai anak lebih dari satu). Karena hal itu pula apabila saya terlewat membaca terlalu lama, missal hamper seminggu tidak membaca maka memori tentang siapa tokoh yang sedang dibahas akan terlupa sehingga saya harus mengulang kembali pada bab awal, maka dari itu saya rampungkan baca setiap hari hingga akhirnya selesai, dengan begitu alur cerita lebih mudah difahami.

Sesuai tulisan pada cover buku yang ditulis  ”perjalanan hidup Rosululloh ﷺ dari kelahiran hingga detik-detik terakhir”, alurnya tidak maju mundur, mengalir dan bisa diikuti, lengkap dengan hadits shahih dan catatan kakinya sehingga tidak perlu ragu lagi dengan apa yang disajikan. Selain hadits juga disertakan Firman Alloh Subhanahuwata’ala lengkap dengan terjemahannya sehingga bisa dikatakan ada unsur asababunnuzul diturunkannya Ayat tersebut.

Selayaknya membaca biografi seseorang, kita secara detail bisa membayangkan bagaimana perjalanan dan kehidupan beliau, bahkan disini di sajikan bab khusus gambaran ciri-ciri fisik beliau. Penjambaran sangat apik, dari mulai kelahiran sampai dengan detik-detik wafatnya beliau saya bisa membayangkan bawa saya benar-benar berada di dekat beliau sehingga tergambar secara jelas bagimana tingkah laku dan tutur kata beliau, Nabi kita Rosululloh ﷺ

Hal yang menarik, selain membahas tokoh utama, dibahas tipis-tipis tokoh lain yang tidak luput membuat saya kagum, seperti para sahabat yang dijamin masuk surga, seorang yang syahid yang kematiannya mengguncangkan arsy, dan suhada yang dimandikan oleh para malaikat, MasyaAlloh…. Bab peperangan merupakan bagian yang paling membuat saya terkesima dan ingin terus melanjutkan bahasan sampai akhir. Karena dibahas secara tipis-tipis maka saya pun lebih tertarik lagi untuk mencari tahu biografi mereka secara lengkap, Biidznillah mudah-mudahkan Alloh Subhanahuwata’ala mudahkan.

Selain tokoh-tokoh yang mulia tentu saja musuh kaum muslimin juga diceritakan disini, layaknya menonton film ada tokoh antagonisnya, saya bisa merasakan betapa jengkelnya dengan kelakuan mereka.

Setelah saya hanyut dengan bagaimana perjuangan Rosululloh ﷺ membuat saya merasa semakin membutuhkan beliau, dalam artian jika saya tidak faham dengan maksud suatu hadits atau berbagai riwayat maupun pertanyaan dalam benak saya ada keinginan untuk berjumpa dan bertanya langsung, pun saya sebagai perempuan ketika saya “baper” tentu saja semua perempuan setelah mendalami sirah Nabawiyah pasti faham bahwa yang paling mengerti, baik perlakuannya dan penasehat terbaik adalah beliau (walaupun tentu saja banyak sumber lain baik tulisan maupun apa yang disampaikan oleh guru-guru kita dalam sebuah kajian yang mengandung ilmu-ilmu islam).

Bab yang paling saya terakhirkan bacaannya adalah bab detik-detik wafatnya Rosululloh ﷺ bagi saya pribadi akan terbayang jelas bagaimana kejadian itu, karena mengalami sendiri bagaimana melepas orang yang saya sayangi dua kali, ya… seolah akan dejavu apalagi membayangkan detik-detik wafatnya sesosok manusia paling sempurna di muka bumi ini. Bab ini merupakan bacaan yang paling lama saya “cicil” bacaannya, seolah saya belum rela membaca pada bagian hembusan nafas terakhir Rosululloh ﷺ saya rasa bukan hanya saya, pembaca lain pun akan menangis pada bab ini.

Keseluruhan, saya puas dengan membeli buku sirah Nabawiyah ini, berawal dari ingin mendapatkan safaatnya kelak di hari akhir tentu saja saya selaku umatnya harus mulai lebih dalam mengenal sosok beliau. Walaupun banyak sirah Nabawiyah yang lain namun tidak salah jika buku ini berlabelkan best seller cukup ringan bagi saya yang “baru kenalan”.

Resensi ini terbilang singkat dari 732 halaman yang dimuat di dalamnya, ya.. jika saya utarakan secara luas sama khawatir kalian para pembaca sudah merasa cukup dan terwakilkan dengan resensi saya, saya harap kalian mulai ada keinginan untuk membaca sirah Nabawiyah, dan ini salah satu yang saya rekomendasikan.

Kekurangan dan kesalahan tulisan dari saya pribadi, kelebihan hanya dari Alloh Subhanahuwata’ala.

0 komentar:

Posting Komentar