Get me outta here!

Kamis, 09 Juli 2020

Terimakasih :)

Bismillah….

Suasana berbeda dengan bumi yang makin usang, semua kemungkinan pasti akan terjadi, Biidznillah… tak begitu mengagetkan bagiku. Hanya terasa berat, karena iman makin melemah, banyak waktu yang terbuang sia-sia, sekalipun tak berbuat dosa, bukankah tiap detik waktuku akan di hisab kelak?

Satu waktu aku berdoa agar hati ini Alloh izinkan tidak berkeinginan mengejar dunia, dan yang terbaik bagi-Nya kini, aku masih berkutat dengan pikiran apa yang harus ku perbuat. Apa kabar RAB, Laporan akhir kebut semalam , penagihan bulak balik? Aku tak rindu :p , Oke, rindu sedikit agar tak terlalu jelas rindu gajiannya saja J . Aku rindu jualan, banyak pelanggan menanyakan, terlebih teman yang rindu beramal bersama, terimakasih sudah mengingatkan…Barakallah shalehah :’)

Tahan diri untuk tak mengeluh, toh bukan aku saja yang begini. Mendengar cerita teman yang bersemangat kembali berkutat dengan cv lamaran kerja baru, terasa berat memang memulai sesuatu dari awal lagi, infonya kini banyak perusahaan memasukan kriteria “menguasai social media” ya, belajar dari keadaan bumi sekarang memaksa semua harus serba digital, mungkin bekerjapun akan terbiasa dari rumah. Oke, semangat temanku ini belum mampu menggugah diri ini untuk ikut membuat cv lamaran juga, aku mulai saja dengan “belajar menguasai social media”, social media terasa mudah namun hal yang kadang aku hindari, rasanya aku butuh teman di dunia nyata saja daripada di dunia maya, alih-alih butuh teman di dunia nyata, rasanya aku lebih butuh teman di surga kelak. Terkesan pilih-pilih ya?Oh tentu tidakkk…. Disini, orang lainlah yang harus mengambil keputusan dan menentukan mau berteman denganku di dunia maya, nyata, atau surga? Jika dia orang yang belum baik aku akan jadi penasehatnya, jika dia orang yang baik, aku akan jadi penirunya.

-----------------

Dimulai dengan menyalakan kembali netbook setelah sekian lama, berdebu dan loading sekali. Mengecek social media yang kupunya, Instagram dan twitter. Apa yang harus aku lakukan? Mereka yang selalu ku buka dalam waktu tak lebih dari 15 menit, setelah selesai dengan keperluanku aku tak perlu lama-lama disana, dan terkadang aku tidak puas atau benar-benar memikirkan apa yang harus ku posting, jika sudah diposting aku tak akan mau melihatnya lagi, karena semakin dibaca atau dilihat lagi terasa makin banyak kekurangannya. Dalam kondisi seperti ini harus hemat kuota juga, kan? Baiklah, setidaknya aku mulai dengan mengetahui fitur baru dan kecanggihan dari social media ini. 

Banyak notif pesan yang tak terbaca, karena akun ig di kunci ternyata DM yang masuk tidak langsung muncul, tak sering ku buka karena kebanyakan menawarkan barang. Oke, mungkin saatnya aku “bersih-bersih” agar performa instagram makin baik (pikiranku saja sih, sepertinya tidak akan berpengaruh jika sinyal jelek).

Satu persatu aku cek, sampai dimana ucapan sayang teman-teman tahun lalu, baru sadar ada yang hanya ku baca, ku balas seadanya, maapkan yang belum dibalas, dan baru sadar ternyata sebanyak itu rasa tulus kalian, tentu saja karena Alloh juga, anna uhibukka/i fillah teman-teman J. Aku yakin kalian tak mengharap aku balas sekarang karena sudah lewat, karena kalian aku sangat berterima kasih, yang menyemangati, mendoakan, memeluk dari kejauhan, tiba-tiba menelpon dan setelah di ingat-ingat entah siapa, maapkan nomornya tidak di save (aku si ceroboh) tapi memang pikiranku masih melayang saat itu. Yang tiba- tiba kerumah di pagi hari, siang, sore, bahkan tengah malam karena perjalanan jauh, yang ku ingat aku bangun sebentar dan disuruh tidur lagi :D.

Alhamdulillah… kalau bukan karena karunia Alloh Subhanahuwata’ala aku tidak akan mendapatkan kasih sayang sebesar itu melalui makhluknya-Nya, InsyaAlloh..Alloh membalas kebaikan kalian semua, mudah-mudahan di yaumil akhir kelak, kita saling mengingat satu sama lain dan saling menarik tangan kita menuju surga. Aamiin Allohumma Aamiin ya Rabb.

Belajar social media ini menjadi sendu, tapi tak apa, banyak rasa syukur yang ku dapat. Seolah Alloh mengingatkan untuk mencharge iman kembali. Alhamdulillah…


0 komentar:

Posting Komentar